Ada sebuah kalimat yang langsung
terbesit dalam pikiran saat mendengar kata pemuda. Sebuah kalimat
yang dilontarkan oleh seorang pemimpin besar yang sekaligus merupakan presiden
pertama di Negeri ini, “Beri aku 1.000
orangtua, maka akan kucabut Semeru dari
akarnya. Namun beri aku 10 pemuda, maka akan kuguncangkan dunia”, kalimat itu lah yang telah mengawali sebuah opini besar yang menjelaskan
bahwa pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam melaksanakan sebuah proses
perubahan dan pergerakan dalam membangun sekaligus memerbaiki kondisi di Negara
ini, Indonesia.
Secara
jasmani, pemuda merupakan usia dimana pada umumnya memiliki spirit dan semangat terbaik dalam
perjalanan panjang usia setiap umat manusia. Ia memiliki semangat yang besar dalam
beraktivitas, terutama dalam hal pencapaian sebuah cita-cita. Pada masa ini pula, ia
telah memiliki pengetahuan yang cukup memadai untuk mengkritisi suatu
permasalahan yang ada di sekitarnya. Terbukti dengan maraknya demonstasi dan
penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh mereka. Selain itu, maraknya pembentukan
organisasi-organisasi pemuda di berbagai bidang, baik itu seni, politik, iptek, agama,
pengetahuan, kelingkungan, dan sebagainya juga menjadi bukti yang mendasari hal tersebut, yang
pada dasarnya semua itu bertujuan untuk kemajuan dan pembagunan
bersama.
Namun,
akhir-akhir ini pemuda Indonesia seolah tengah diserang berbagai ancaman secara
bertubi-tubi, bahkan beberapa dari serangan tesebut telah menyerang mereka sejak
mereka kecil. Seperti ancaman tayangan televisi yang kurang mendidik, munculnya
berbagai media yang memihak, pornografi, narkotika, minuman keras, kemalasan, bahkan
sampai ancaman budaya korupsi. Tentu saja ancaman ini tidak hanya mengancam
masa depan mereka dan orang-orang terdekatnya, melainkan juga mengancam masa
depan negara Indonesia. Kenapa? Ya, karena dengan melemahnya kualitas pemuda,
maka spirit dalam melakukan perubahan
dan pergerakan dalam pembangunan dan perbaikan Indonesia pun akan semakin
melemah pula. Indonesia akan semakin kekurangan pemuda, padahal untuk mengumpulkan
10 pemuda yang dimaksud oleh Presiden Soekarno di Negeri ini saja sudah susah,
ditambah dengan adanya ancaman yang semakin hari semakin ramai menerpa. Entah
bagaimana nasib Indonesia ke depannya kalau dibiarkan.
Oleh
karena itu, kita sebagai pemuda harus dapat melawan dan meminimalisir ancaman
tersebut, dengan memafaatkan fungsi kita sebagai pemuda yaitu “agent of change/agen perubahan”. Kita
harus membuat perubahan yang besar, perubahan yeng dapat membawa Indonesia
masuk ke dalam zaman yang lebih baik, zaman yang lebih cerah. Mungkin
pergerakan aksi pemuda zaman orde baru bisa kita jadikan contoh dalam hal
semangat, kekompakan, dan keberaniannya dalam melawan ke-tidak adil-an dan
ke-tidak benar-an pemerintahan presiden di zaman tersebut. Namun saat ini, dalam
melakukan aksi, selama suara masih didengar, jangan pernah melakukan tindakan
yang anarkisme, karena sebenarnya tindakan terdebut akan merugikan banyak orang yang tidak
bersalah.
Dengan
melakukan pergerakan dan perubahan yang positif dengan cara yang benar,
sekaligus dengan kekompakan antar semua pemuda di Indonesia, maka dapat
dipastikan Indonesia akan menjadi negara yang jauh lebih baik dari saat ini.
Selain itu, Indonesia juga akan lebih diperhitungkan di mata Internasional
dalam segala bidang, baik seni, iptek, sosial, dan sebagainya. Karena nasib
Indonesia berada di genggaman kita, para pemuda.
aku mau tanya nih, kita sebagai pemuda pasti tau kan tayangan tv tidak mendidik? tapi kok belum ada suara yang bener-bener berani protes ya? menurut kamu butuh ngga sih ada suara yang bener-bener protes mengenai hal tersebut? oiya, tayangan yang baik itu yang seperti apa ya?
BalasHapus